by

Advokat Gugat Pengadilan Agama Sekayu, Kok Gak Boleh Bukan Kantor Dekat Pengadilan

SEKAYU – RAKYATPALI.CO – Para advokat dan penasehat hukum yang tergabung dalam Asosiasi Advokat Musi Banyuasin (AAM) menggugat Pengadilan Agama Sekayu. Hal itu lantaran mereka keberatan terhadap surat edaran yang dikeluarkan PA Sekayu bernomor W6-A7/1206/HK.05/VIII/2021.

Ketua AAM, Indafikri SH menerangkan, ada dua poin utama yang jadi keberatan mereka dalam surat edaran tersebut. Yang pertama pada point kedua di edaran itu, yakni advokat dilarang melakukan transaksi dengan kliennya di areal PA Sekayu.

“Ini ‘kan tidak jelas, transaksi apa?, kalau kita melakukan suap ya jelas tidak boleh. Tapi kalau yang dimaksud transaksi misal pembayaran fee atau kekurangan bayar jasa advokat, ini ‘kan harusnya tidak jadi persoalan, karena antara kita dan klien, tidak merugikan negara atau keuangan negara,” ujarnya.

Keberatan kedua katanya adalah soal pelarangan advokat untuk membuka kantor pengacara di sekitar PA Sekayu dengan batasan jarak sekitar 500 meter dari PA Sekayu.

“Ini benar-benar gak masuk akal, sesuai UU Advokat, wilayah kerja advokat itu di seluruh Indonesia. Ini PA Sekayu sudah terlalu jauh, bukan kewenangannya lagi dan sudah terlalu mengintervensi,” katanya.

Jika memang ada kerja oknum advokat yang dianggap tidak sesuai dan meresahkan, Indafikri mengatakan harusnya PA Sekayu menggunakan mekanisme yang ada dan tidak melakukan generalisir. “Kan ada komisi pengawas, bisa melapor ke organisasi advokat dimana advokat tersebut bernaung,” tandasnya.

Atas dasar itu, mereka mengajukan gugatan terhadap PA Sekayu ke Pengadilan Negeri Sekayu atas dasar melakukan perbuatan melawan hukum. Gugatan sendiri sudah didaftarkan dan teregister dengan nomor perkara 10/pdt.g/2021/pn.sky.

“Kita minta aturan itu dicabut, karena tidak berdasar dan melampaui kewenangan,” tukas Indafikri.

Sementara Ketua PA Sekayu, Waluyo dihubungi via selulernya sempat memberikan sejumlah tanggapan secara lisan. Hanya saja, beberapa saat kemudian dia meminta statemennya tidak ditulis.

“Mas tolong jangan di publish ya keterangan saya tadi.. biar adem..,” tulisnya melalui whatsapp messenger.(kur)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lain-nya