by

Babak Belur dari Persita Tangerang, Persis Solo Juru Kunci Piala Presiden

SOLO – Setelah dipastikan tak lolos ke babak 8 besar pasca kemenangan PSS Sleman atas Dewa United dengan skor 1-0, sebelum Persis melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan (27/6), beban tim Persis Solo sejatinya belum berakhir.

Misi yang harus dituntaskan di laga ini adalah Persis Solo harus bisa menang, karena dalam tiga laga sebelumnya Persis hanya bisa meraih hasil minor. yakni dua kali seri dari PSS Sleman (0-0) dan Dewa United (1-1). termasuk sekali kalah saat bertemu PSIS Semarang (1-2).

Alih-alih menutup kiprah di turnamen Piala Presiden di depan publiknya sendiri dengan manis, Persis Solo malah kembali merana. Laskar Sambernyawa kembali gagal mendulang poin. Ironisnya Fabiano Beltrame dkk menyerah dari Persita Tangerang dengan skor akhir 0-1.

Dalam laga ini Persis memainkan pola yang sedikit berbeda. Untuk kali pertama, Samsul Arif dan Gerard Artigas diduetkan sejak menit pertama. Peran keduanya di lini depan Persis diimbangi oleh Elexis Nahuel Messidoro yang juga jadi starter.

Di posisi tengah M. Kanu, Chrystna Bhagascara, dan Sutanto Tan berkolaborasi untuk mengatur serangan.

Untuk posisi bek, Abduh Lestaluhu dan Eky Taufik tak diturunkan. Kuartet lini pertahanan Persis jadi tugas Andri Ibo, Fabiano Beltrame, Aaron Evans, dan Kevin Gomes. Untuk penjaga gawang, M. Riyandi kembali memiliki tugas berat untuk menjaga keperawanan gawangnya di laga ini.

Persis langsung menekan sejak awal laga. Percobaan pertama dilakukan noleh M Kanu di menit ke-1′. Sayang tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Persita yang dijaga oleh Dhika Bayangkara.

Dua menit kemudian, giliran Gerard Artigas yang membuat peluang. Mendapat umpan manis dari Kanu, pemain asal Spanyol tersebut lepas dari jebakan offside. Sayang bola deras tersebut masih bisa dibuang jauh-jauh oleh Dhika yang keluar dari sarangnya. Amanlah gawang Persita.

Messidoro juga pasang aksi. Menit ke-10 dia mendapat peluang untuk cetak gol. Sayangnya tendangan bebasnya masih tipis berada di samping gawang Persita.

Persita mulai memberi tekanan. Bahkan bisa dibilang menit ke-10 hingga ke-30′, Persita melakukan berondongan teror ke lini pertahanan Persis. Karena Pendekar Cisadane -julukan Persita- membuat banyak peluang manis, yang berpotensi jadi gol sejatinya.

Peluang pertama Persita terjadi di menit ke-10. Dimana Andri Ibo salah menutup ruang gerak lawan di lini pertahanan, striker asing Persita Norberto Ezequiel Vidal mengoptimalkannya dengan tendangan keras, beruntung Riyandi masih cukup mudah untuk menepisnya. Satu menit berselang Vidal kembali pasang aksi. Dia sukses lolos dari kawalan Kevin Gomes, beruntung saat sudah one on one dengan Riyandi, kiper timnas yang diboyong dari Barito Putera tersebut masih bisa memblok tendangan yang dibuat Vidal, dan beruntungnya bola rebound yang ditendang Vidal masih menggetarkan luar gawang Persis.

Untuk kesekian kalinya rentetan serangan Persita membuat lini pertahanan Persis bekerja ekstra keras. Di menit ke-18, Persita kembali membuat peluang manis. Lewat tendangan keras Elisa Yahya Basna.

Menit ke-34, Persis kembali membuat peluang cukup baik. M. Kanu memberi umpan crossing yang tertuju ke Samsul Arif, namun sayang kurang jelas Samsul memberi umpan lagi ke rekannya atau ingin melakukan tendangan langsung ke arah gawang, sehingga bola melambung dan dengan cukup mudah ditangkap oleh Dhika Bhayangkara.

Di pertengahan babak pertama, bek kiri Persis Kevin Gomes harus ditarik keluar karena cedera yang dideritanya. Menit ke-38′ Kevin akhirnya diganti pemain muda potensial asal Kota Solo Yulius Pamungkas. Belum genap satu menit menginjak rumput Manahan, Yulius sukses membuat peluang manis untuk Persis. Mendapat umpan manis dari Messidoro, sayang tendangan kerasnya masih jauh dari mulut gawang.

Hal yang ditakutkan kubu Persis akhirnya muncul juga. Di menit ke-44′, Persita Tangerang sukses unggul lebih dulu. Elisa Yahya Basna menggocek dua pemain Persis, sebelum melakukan tendangan keras ke mulut gawang Persis, yang tak bisa dihalau M. Riyandi. Persita unggul lebih dulu dari tuan rumah Persis Solo.

Jelang turun minum Persis punya peluang bagus. Dua kali Gerard Artigas melakukan tendangan langsung, namun masih gagal. karena masih diblok kiper lawan, dan bola rebound-nya masih melambung di atas mistar gawang Dhika Bhayangkara.

Menit ke-50′ Persis mendapat bonus penalti. Saat itu, Samsul Arif melakukan tendangan, dan bola mengenai tangan Basna. Tanpa ampun wasit menunjuk titik putih. Sayang Samsul yang jadi algojo gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya membentur kaki Dhika Bhayangkara dan bola menjauh dari mulut gawang. Peluang cetak gol di depan mata terbuang percuma.

Untuk merubah suasana di lini depan Gerard Artigas ditarik keluar, dan gantikan Irfan Jauhari.

Alfath Fathier juga mulai dimainkan, untuk gantikan M. Kanu. Menit ke-64′ Alfath membuat peluang manis. Sayang tendangan kerasnya masih bisa ditangkap kiper Persita.

Menit ke-69′ dan 71′, Persis kembali mencoba membuat beberapa peluang. Sayang lagi-lagi masih gagal. Tendangan Messidoro dan Samsul Arif masih belum bisa berbuah gol. Hingga skor berakhir Persis dipastikan kalah 0-1, dan finis sebagai juru kunci grup A di Piala Presiden 2022. Sementara itu sekitar 11.800 an penonton hadir dalam laga ini. (nik/dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya