by

Banyak Warga Ogan Ilir Tinggal di Bantaran Sungai, Rawan Bahaya dan Layak Direlokasi

INDRALAYA- Masih banyak masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI) tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Seperti di wilayah Kecamatan Pemulutan, Indralaya, Rambang Kuang, Muara Kuang, Kandis, Sungai Pinang dan Rantau Panjang.

Ironisnya, sudah banyak rumah warga yang berdiri di bantaran sungai mengalami kerusakan, tergerus air sungai dan roboh.

”Kami sudah biasa hidup di bantaran sungai, tapi tetap was-was, apalagi kondisi rumah sudah mengkhawatirkan,” cetus Nawawi (56) warga Desa Muara Penimbung Kecamatan Indralaya ini.

Menurut Nawawi, tinggal di bantaran sungai resikonya banyak. Kebanjiran, bencana angin puting beliung sampai tanah longsor, karena tanah tergerus air sungai.

“Tapi apa mau dikata Pak, mau pindah dari pinggir sungai, tanah tidak ada. Jadi kami pasrah bae kalau musibah terjadi,” cetus bapak tiga anak ini.

Namun tinggal di bantaran sungai ada juga untungnya. “Paling tidak kami tidak perlu lagi beli ikan untuk lauk makan, karena bisa mancing, buat keramba,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, plt Kadinas Perkim Pemkab OI Yusriani Emiyati SSi MT mengatakan, di Dinas Perkim ada progam relokasi bagi warga yang tinggal di pemukiman yang tidak layak itu.

“Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sudah dianggarkan, namun program tersebut tidak berjalan,” ungkapnya.

Namun kedepan pihaknya akan menjadikan hal ini sebagai catatan.

“Akan kami perhatikan, untuk membantu masyarakat yang harus direlokasi dari tempat tinggal yang sangat rawan, seperti di bantaran sungai,” cetus Emiyati.

Namun disisi lain Emiyati mengatakan, bahwa di Perkim juga telah dianggarkan dana sebesar Rp 360 juta untuk korban bencana alam.

“Kalau untuk korban bencana alam memang ada pos anggarannya juga sebesar Rp 360 juta,” cetusnya. (sid)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya