by

Grebek Rumah Bandar Narkoba, Anggota Polres Musi Rawas Kena Tembak

MUSI RAWAS – Bukan tampa resiko saat anggota polisi lakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana.

Buktinya, satu personil dari Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Musi Rawas, Polda Sumsel, Briptu Khairul Candra ditembak komplotan bandar narkoba.

Kejadiannya saat Briptu Khairul dan rekan-rekannya, bertugas  dalam upaya penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika, di Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, pada Kamis (19/5) sore. 

Akibatnya, korban Briptu Khairul mengalami luka tembak di bagian paha atas belakang (pantat), sebelah kiri.

Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti SIK membenarkan pristiwa yang menimpa anggotanya itu. “Ya benar ada,” kata Kapolres saat dikonfirmasi, Jumat (20/5). 

Dia menjelaskan, bahwa Briptu Khairul telah dirujuk ke Palembang, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

“Saat ini Briptu Khairul sedang menjalani proses operasi di RS Bhayangkara Jenderal M. Hasan Palembang,” katanya.

Kronogis kejadianya, berawal informasi adanya peredaran narkoba di Desa Bingin Jungut. Kemudian pada Kamis (19/5), sekitar pukul 12.00 WIB ditindaklanjuti, diawali apel di Mapolres oleh anggota Opsnal Satres Narkoba Polres Musi Rawas. 

Sekitar pukul 14.00 WIB anggota Opsnal berjumlah 10 orang bertolak ke arah Kecamatan Muara Kelingi, dengan menggunakan dua mobil roda empat.

Tiba di Muara Kelingi sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian anggota stanby sambil menunggu informasi. Setengah jam kemudian 10 anggota ini bergerak ke Desa Bingun Jungut. 

Untuk menuju Desa Bingin Jungut, tersebut dengan menggunakan empat unit sepeda motor. 

Namun, jalur menuju lokasi Desa Bingin Jungut sulit dilalui roda empat, 10 anggota menuju TKP menggunakan empat unit sepeda motor, untuk menyebrang sungai, jalur jembatan gantung. 

Sampai di seberang sungai, anggota dibagi dua tim. Karena rencana ada dua lokasi penggerebekan. 

Lokasi pertama rumah diduga bandar narkoba inisial IN, lokasi ke dua sebuah pondok kebun milik IN. 

Tim 1 yang dipimpin oleh Bripka Hendra Kusdian, beranggotakan Briptu Khairul Candra, Briptu Andi Hidayat, Briptu Deli Susanto, Briptu Marda Adha dan Bripda Oka. 

Sementara Tim 2 dipimpin Bripka Rastra, bersama Bripka Randi, Briptu Nadio, dan Briptu Kurnadi. Tim satu menuju rumah IN, dan Tim 2 menuju pondok milik IN. 

Sekitar pukul 15.45 WIB, Tim 1 tiba  di TKP Rumah IN. Saat digrebek didapati 5 orang berada di belakang rumah IN dan kelima orang tersebut melarikan diri. Oleh anggota  dilakukan pengejaran dan berhasil menangkap satu orang, atas nama Hengki. Sementara empat lainnya berhasil kabur.

Lalu Hengki, digiring ke kembali ke rumah IN dimana tempat kelima orang tadi berkumpul. Dan dilakukan penggeledahan. 

Hasilnya ditemukan satu buah kotak yang diduga berisikan narkotika jenis shabu. Selanjutnya dilanjutkan penggeledahan juga rumah IN dan di dapati Feri (Kakak IN) sedang tertidur. 

Feri dibawa ke tempat Hengki yang telah diamankan, setelah itu datang seorang warga setempat membawa sebilah parang dan sempat berselisih dengan anggota. 

Tidak lama dari itu terdengar suara beduk dan teriakan diiringi dengan segerombolan warga datang ke TKP,  tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api dari arah bawah rumah IN. 

Salah satu anggota, yakni Briptu Marda berteriak “Kak Irul keno tembak”. 

Anggota terfokus untuk menyelamatkan Briptu Khairul, sedangkan Hengki dan Feri yang sudah diamankan melarikan diri. 

Kemudian anggota keluar dari dusun Bingin Jungut dan membawa korban Khairul, ke klinik Semangus. 

Selanjutnya membawa korban ke RS  AR Bunda Lubuklinggau,  untuk mendapatkan pertolongan medis. Lalu korban Briptu Khairul dirujuk ke RS Bhayangkar Palembang.

Polisi juga megamankan barang bukti satu buah kotak yang berisikan tujuh bungkus plastik klip sedang yang berisikan kristal-kristal putih yang diduga narkotika jenis shabu, 32 bungkus plastik klip kecil yang berisikan kristal-kristal putih yang diduga narkotika jenis shabu. 

“Keseluruhan barang bukti narkotika seberat 12,49 gram dan 1/2 (setengah) butir pil warna biru diduga narkotika jenis ekstasi dengan berat bruto 0,41 gram,” kata Kapolres. 

Di TKP rumah IN, juga diamankan satu timbangan digital merk Chq Pocket Scale, dua buah botol alat hisap shabu (bong), tiga buah korek api gas, tiga buah kompor bong, lima buah pirex kaca, satu buah sekop plastik shabu, satu bal plastik klip kosong, satu buah dompet warna cokelat, satu buah tas pinggang warna abu-abu gelap. 

“Pelaku penembakan sedang dilakukan pengejaran,” tutup Kapolres. (cj17)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya