by

Ijazah SD dan MTs Tak Kunjung Terbit, Siswi Ini Berhenti Sekolah

KOTA BIMA – Sungguh ironis. Suci Ramdani akhirnya memilih berhenti sekolah. Siswi kelas XI SMKN 3 Kota Bima ini kecewa. Ijazah SD dan MTs-nya tak kunjung keluar.

Selama ini, putri Abdul Hamid, warga Kelurahan Penatoi, Kota Bima ini mendaftar menggunakan surat keterangan lulus. Karena ijazah SD dan MTS belum diterbitkan.

Suci dulunya sekolah di SDN 10 Penatoi, Kota Bima. Dia tamat tahun 2017 silam. Tetapi dia tidak mendapat ijazah seperti siswa lainya.

Alasan pihak sekolah karena ada kesalahan data. “Salah input data sehingga anak saya belum kebagian ijazah,” tutur Abdul Hamid saat ditemui di kediamannya, Rabu (16/3).

Meski belum mendapat ijazah, dia tetap melanjutkan sekolah ke tingkat menengah. Dia mendaftar di MTsN 2 Kota Bima menggunakan surat keterangan lulus.

Setelah tamat dari MTsN 2 Kota Bima, lagi-lagi Suci tidak mendapat ijazah. Dia kembali mendaftar di SMKN 3 Kota Bima dengan surat keterangan lulus.

“Percuma sekolah, ujung-ujungnya nanti tidak dapat ijazah lagi,” keluh Hamid.

Dia mengaku, beberapa tahun terkahir sering mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima. Meminta agar ijazah anaknya diterbitkan.

Namun, Dikbud mengaku tidak bisa menerbitkan ijazah dengan jumlah yang sedikit.

“Solusi dari mereka, saya disuruh buat keterangan hilang di kantor polisi agar bisa dapatkan surat keterangan pengganti ijazah,” terangnya.

Hamid tak mau mengurus surat keterangan hilang. Dia beralasan ijazah anaknya tidak pernah ada, tapi disuruh seolah-olah sudah hilang.

’’Itu lucu buat saya. Kenapa saya direpotkan, sementara mereka yang bermasalah,” cetusnya.

Suci Ramdani malu melanjutkan studi tanpa ada ijazah sebagai bukti dia pernah sekolah.

Bagi dia, ijazah sangat penting sebagai syarat utama untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi atau melamar pekerjaan.
“Kalau misalkan sudah ada ijazah SD dan MTs nanti, saya siap masuk sekolah lagi,” katanya.

Kepala SDN 10 Kota Bima Jufrin membenarkan Suci belum menerima ijazah bersama satu siswa lainnya.

Untuk mendapatkan ijazah, dia sudah sering kali menyampaikan kepada Dikbud agar diajukan cetak ulang ke pemerintah pusat.

“Mereka bilang tidak bisa. Solusinya hanya satu, orang tua siswa diminta buat surat kehilangan,” terangnya. (lpg/r8/lombokpost)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya