by

Kata Soleha Seru Jadi Penyuluh Pertanian

Soleha, milineal yang kecanduan jadi penyuluh pertanian. Asyiknya menjadi seorang penyuluh pertanian ternyata juga merambah kalangan milenial.

SUASANA pedesaan yang subur dan hijau, Sungai nan sejuk membuat para milenial betah berlama-lama tugas di desa.

Soleha salah satunya. Gadis cantik kelahiran Lubuk Linggau, 8 Oktober 1994 ini sangat antusias bertugas di desa.

Dia mengaku sejak awal senang dengan tanaman dan pedesaan. Dan saat ini, dia bahkan merasa “kecanduan” menjadi penyuluh pertanian.

“Pokoknya seru banget jadi penyuluh pertanian. Aku suka setiap hari bisa memandang hijaunya tanaman padi dan aliran sungai,” ujar putri bapak Sahari dan Ibu Roaini ini riang.

Soleha adalah Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian ( PPEP ) yang direkrut pada November 2020.

Saat ini dia bertugas di Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.

Putri kelima dari 6 bersaudara ini memang sangat menyukai dunia pertanian.

Leha, alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Jurusan Agronomi Program Studi Agrokoteknologi.

Walaupun baru setahun yang lalu resmi sebagai PPEP, tapi dia mengaku akan terus menggeluti profesinya ini.

Karena selama bertugas, dia bisa menambah banyak teman dan juga pengetahuan baru.

PPEP sendiri adalah program dari Gubernur Sumatera Selatan melalui Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan.

Ditanya pengalaman berkesannya selama menjadi penyuluh pertanian, Soleha mengaku banyak sekali.

Salah satunya, setiap ke lapangan pasti ada oleh–oleh yang dibawa.

Biasanya , pisang, ubi, beras dan bermacam–macam sayuran. Semua adalah pemberian para petani binaannya.

“Makin sering ke lapangan, makin banyak ilmu yang didapat. Baik dari sesama penyuluh maupun dari masyarakat yang ditemui. Juga banyak sekali oleh-oleh pemberian petani,” imbuhnya lagi.

Sebelum menjadi PPEP, gadis yang biasa disapa Leha ini pernah menjadi pendamping UPSUS yaitu Upaya Khusus.

Salah satu program Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI pada tahun 2017 di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Dan pada tahun 2018 menjadi Pendamping UPSUS di Kecamatan Tugu Mulyo, Musi Rawas.

Soal tantangan yang dihadapi ketika bertugas, Soleha mengaku hambatan pasti ada. Namun dia tidak menganggapnya sebagai hambatan, namun justru tantangan yang harus dihadapinya demi menjalankan tugas.

”Misalnya jika harus ke desa binaan, saya harus melalui jalan yang rusak dan menanjak perbukitan. Itu saya anggap biasa saja, bagian dari tantangan tugas,” ujar Soleha yang memang menyukai petualangan ini. (okutimurpos)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya