by

Keluarga Menolak Outopsi, PNS Tewas di Kebun Sawit Diduga Bunuh Diri

SELUMA – PNS Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Seluma Selatan yang ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka pada bagian kepala di perkebunan sawit setempat diduga kuat mengarah ke bunuh diri.

Hal ini berdasarkan hasil keterangan keluarga dan percakapan di HP koran. Kemudian korban juga ada keributan di dalam keluarga.

“Diduga kuat bunuh diri hasil pengecekan HP korban dan keterangan keluarga,” kata Kapolres Seluma AKBP. Darmawan Dwiharyanto, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu. Dwi Wardoyo, SH MH.

Ia mengatakan, namun hasil tersebut belum diuji secara ilmiah karena keluarga menolak untuk di outopsi sehingga hanya dilakukan visum luar. Karena satu-satunya cara untuk mengetahui peyebab kematian adalah autopsi mayat.

“Karena itu tidak dilakukan dan keluarga mengalami apa yang terjadi sehingga menerima sebagai musibah,” ujarnya.

Kemudian berdasarkan hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan. Karena berdasarkan analisa yang telah dilakukan dengan meminta keterangan warga sekitar, keluarga dan HP kuat dugaan bunuh diri.

Namun dengan cara apa korban bunuh diri untuk mengetahui harus dilakukan autopsi. “Ini perlu di uji secara ilmiah tetapi berdasarkan analisa diduga kuat bunuh diri,” terangnya.

Sebelumnya warga Kelurahan Rimbo Kedui dan Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Seluma Selatan sempat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di perkebunan sawit daerah tersebut dalam keadaan tengkurap pada Minggu (24/7) sekitar pukul 08.35 WIB.

Mayat ditemukan pertama kali oleh salah satu warga Kelurahan Sidomulyo Halidun (50) saat sedang menyemprot hama padi di area persawahannya tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesosok mayat.

Namun terdapat luka dan pendarahan di bagian kepala. Kondisi mayat ini saat ditemukan posisinya tengkurap yang hanya mengenakan celana pendek warna biru, di tengah areal perkebunan kelapa sawit milik salah satu warga Kelurahan Sidomulyo, Sutrisno.

Diketahui identitas mayat laki-laki ini bernama Yusdianto berusia sekitar 40 tahun warga Kelurahan Napal Kecamatan Seluma yang merupakan PNS di Kantor Lurah Sidomulyo Kecamatan Seluma Selatan, dan dinyatakan tidak pulang ke rumah sudah 2 hari.(juu/rakyatbengkulu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lain-nya