oleh

Kominfo Muratara Kebobolan, Berkas Tagihan Iklan Media Raib

MURATARA – Diduga adanya sabotase, sejumlah berkas tagihan iklan media di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kabupaten Muratara mendadak hilang tanpa bekas.

Kondisi itu membuat sejumlah petugas di Dinas Kominfo Muratara, gelagapan, mengingat keteledoran dan menghilangkan berkas dokumen, bisa dijerat pidana.

Selasa (16/11) sekitar pukul 15.00 WIB, kantor Diskominfo Muratara tampak sepi aktivitas dan hanya didapati sejumlah staf dan pejabat yang bertugas.

Namun dari sejumlah pembicaraan pegawai mengatakan, hari ini kantor mereka kebobolan dan banyak berkas tagihan media yang raib dari kantor mereka.

Serli, staf di Dinas Kominfo Muratara yang mengurus masalah arsip mengatakan, pihaknya sudah mengecek CCTV namun kamera tidak memonitor ada orang yang sengaja menghilangkan berkas di kantor Kominfo tersebut.

“Berkas tagihan media banyak yang hilang, tidak tahu siapa yang sengaja mengambil. Berkasnya disimpan di dalam lemari,” bebernya.

Dia mengaku, dalam beberapa hari terakhir di kantor Kominfo banyak kunjungan dari rekan-rekan media soal pencairan tagihan iklan.

Pihaknya mengaku, masih mencari terlebih dulu sejumlah berkas yang mendadak raib tersebut. Mengingat masih banyak proses pencairan yang belum mereka lakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Alha Warimzi melalui Sekretaris Kominfo Muratara, Sukur menuturkan belum tahu secara pasti mengenai kejadian hilangnya sejumlah berkas tersebut.

“Itu bagian pengarsipan, tanggung jawab bagian berkas,” tegasnya.

Informasi dihimpun, gejolak masalah pencairan pemesanan iklan media di Dinas Kominfo Muratara sudah cukup lama. Namun ketegangan semakin meruncing dipenghujung tahun, mengingat masih banyak pemesanan iklan yang belum dibayar.

Sebelumnya, Kepala kantor Perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Muratara, Hj Herawati menuturkan, masalah kearsipan dan pemberkasan sangatlah penting meski kelihatan remeh.

Dia menegaskan, jika ada unsur kesengajaan menghilangkan arsip pemerintah. Maka petugas yang bertanggungjawab bisa dikenakan sanksi pidana 5-10 tahun, denda Rp250-Rp500 juta. Sesuai UU no 43/2009 tentang kearsipan.

Diantarannya, tidak melakukan perbaikan terhadap arsip diinstansinya diancam pasal 80 ayat 3 yang tercantum dalam sanksi nonjob atau dibebaskan dalam jabatan.

Memberikan arsip kepada yang tidak berhak dijerat pasal 81 pidana maksimal 5 tahun denda Rp250 juta, sengaja tidak melakukan pengarsipan di ancam pasal 84 pidana maksimal 10 tahun, denda Rp500 juta, memusnahkan arsip diluar prosedur diancam pidana maksimal 10 tahun denda Rp500 juta.

Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tony Saputra saat dikonfirmasi mengenai insiden kebobolan di kantor Kominfo Muratara, sehingga banyak arsip dan berkas tagian media yang hilang.

Kasatreskrim mengaku sampai saat ini belum ada laporan dari Dinas Kominfo Muratara, terkait kejadian itu. “Belum ada laporannya, mereka belum membuat laporan ke kepolisian, ” tegasnya. (cj13)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya