by

KPK Janji Dalami Dugaan Aliran Uang Waskita ke Komisi II DPR RI

JAKARTA – Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji bakal mendalami dugaan aliran uang PT. Waskita Karya ke Komisi II DPR RI terkait proyek pembangunan gedung kampus IPDN. Dugaan aliran uang itu akan didalami jaksa KPK dalam persidangan terdakwa Kepala Divisi I PT Waskita Karya tahun 2008-2012, Adi Wibowo.

“Iya (akan didalami),” kata Jaksa KPK, Dian Hamisena di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (4/7).

Terlebih dalam persidangan, lanjut Dian, sempat disinggun terkait dugaan aliran uang dari PT. Waskita Karya ke Komisi II DPR RI. “Kemarin dijelasin itu di perkara untuk Minahasa, dijelasin sama Dudy Jocom PPK ada permintaan dari Komisi II,” terang Dian.

Dudy Jocom merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Satuan Kerja Sekretariat Jenderal Kemendagri TA 2011. Karena, PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya mendapatkan proyek pembangunan gedung kampus IPDN yang digagas Kemendagri. “Semunya, kan permintaan komisi II itu kan diteruskan ke perencanaan, perenacanaan menyampaikan ke PPK. Nah PPK akhirnya minta ke para kontraktor,” tegas Jaksa Dian.

Berdasarkan keterangan Dudy Jocom dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah diungkap dalam persidangan, pemberian uang itu terealisasi, diduga  hingga Rp 7 miliar. “Pokoknya kejelasan dari Dudy Jocom kemarin itu estimasi sekitar 6 sampai 7 miliar,” ujar Jaksa Dian.

Diduga uang miliaran tersebut sebagai pemulus proyek pembangunan gedung IPDN. Berdasarkan keterangan Dudy Jocom dalam BAP, Dudy diduga berkomunikasi dengan mantan anggota Komisi II Miryam S Haryani terkait pemulusan proyek IPDN tersebut. “Ya nyebutnya di BAP seperti itu, karena PPK tahunya komunikasi antara perencanaan dengan DPR lewat Miryam, kan nggak mungkin rame-rame,” papar Jaksa Dian.

Dalam perkaranya, Kepala Divisi I PT Waskita Karya tahun 2008-2012, Adi Wibowo didakwa telah memperkaya  orang lain atau korporasi terkait dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan Gedung Kampus IPDN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Goa pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) TA 2011. Salah satu korporasi yang diuntungkan dari dugaan korupsi tersebut Waskita Karya (Persero) Tbk.

PT Waskita Karya turut diperkaya Rp 26,6 miliar atau Rp 26.667.071.208,84. Selain plat merah bidang konstruksi itu, PT Cahaya Teknindo Majumandiri juga disebut diperkaya Rp 80.076.241 atas dugaan rasuah tersebut.

Sementara itu, pihak lain yang turut diperkaya adalah mantan PPK pada Satker Setjen Kemendagri, Dudy Jocom sebesar Rp 500 juta. Perbuatan korupsi itu diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 27.247.147.449,84.

Adi Wibowo didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (jawapos)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya