by

Masyarakat Makin Berani Desak Jokowi Mundur, Ali Syarief: Bukan Mustahil Terjadi Lagi Reformasi

RAKYATPALI. CO– Akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief menanggapi viral-nya tagar #Pakpresidenkapanmundur yang jadi trending topik di Twitter pada Senin (5/7). Adapun tagar itu bentuk plesetan dari PPKM Darurat yang saat ini sedang diberlakukan di Jawa dan Bali.

Ali Syarief menilai, tagar itu bentuk publik opini yang akan terus bergulir selagi Jokowi masih menjadi Presiden.

“Mundur atau dimundurkan sudah ada legal standingnya (tap MPR). “Pak presiden kapan mundur”, ini trending hastag yang sedang viral. Harus dibaca bahwa ini bukan meme tapi publik opini yang sedang terus bergulir,” ujar Ali Syarief, Senin (5/7).

Lebih lanjut, Ali Syarief menilai bahwa perilaku negatif masyarakat kepada pemimpin terlahir karena adanya ketidakpuasan. Di rezim Jokowi, salah satu alasan kenapa masyarakat selalu mendesaknya agar mundur, karena pertumbuhan ekonomi yang tak pernah membaik.

“Perilaku masyarakat kepada Pemimpin-pemimpinnya, bukan sikap arogansi, ignorance, atau fitnah. Ia lahir dari rasa ketidakpuasan (spill over) yang memuncak. Berbagai alasan yang kuat, mengapa masyarakat melakukan tindakan seperti tersebut itu, terutama soal pertumbuhan ekonomi yang tak pernah membaik (sejak Jokowi memimpin) dan miss management di berbagai hal,” ujar mantan Jurnalis ini.

Di mengatakan, masyarakat saat ini sudah terang-terang meminta Jokowi mundur karena kebijakan Pemerintah banyak yang merugikan masyarakat bawah.

“Sepertinya sudah mulai terang terangan sebagian dari elit kita dan masyarakat, meminta Jokowi mundur. Alasan yang disebut adalah, berbagai langkah-langkahnya, dianggap akan banyak merugikan mereka. Bila ini terus bergulir seperti bak bola salju, maka bukan mustahil terjadi lagi reformasi,” tuturnya. (dal/fin). 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lain-nya