by

Memang Ada SOP Perusahaan, Namun Harus Diperketat Lagi

PALI – “Pandemi Covid-19 saat ini masih saja berlangsung  namun yang saya sayangkan adalah sebagian besar kasus meninggal akibat virus corona ini dari kalangan perusahaan.” ungkap Wakil Bupati PALI, Drs H Soemarjono.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) makin hari semakin meningkat. Dimana, berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI, tercatat sudah ada total 585 orang kasus terkonfirmasi positif dan 40 orang dinyatakan meninggal dunia.

Diketahui, dari data pasien positif terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal didominasi para karyawan yang bekerja perusahaan- tersebut di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Menurutnya, pihak perusahaan yang beroperasional wilayah Bumi Serepat Serasan (tidak menyebutkan nama perusahaan) dinilai kurang serius dalam percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Data yang diterima, warga yang meninggal diduga terpapar corona sebagian besar berstatus karyawan. Artinya pihak perusahaan tidak serius menanggulangi penyebaran pandemi global ini,” katanya, saat mengundang seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Serepat Serasan di aula Kantor Bupati PALI Jalan Merdeka, Kecamatan Talang Ubi.

Pihaknya menyarankan, agar pihak perusahaan untuk lebih ketat lagi dalam hal menerapkan protokol kesehatan.

“Memang sudah ada SOP setiap perusahaan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Namun hal itu harus lebih diperketat lagi karena faktanya kasus meninggal dunia akibat covid-19 dari kalangan perusahaan mendominasi,” ujarnya.

Sementara, VP Relations & Security Medco E&P Indonesia, Arig Rinaldi menyatakan bahwa sejak pemerintah secara resmi mengumumkan pandemi Covid-19, PT Medco E&P Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan dalam operasinya. Karena, kesehatan dan keselamatan Pekerja dan Kontraktor merupakan prioritas utama Perusahaan.

“Perusahaan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan Pekerja dan Kontraktor dengan melakukan isolasi mandiri, karantina kedua di tempat yang ditetapkan Perusahaan dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) secara rutin sebelum bertugas,”

Kemudian, melaksanakan Protokol Kesehatan dengan ketat selama bertugas. Pekerja secara bertahap mendukung akselerasi vaksinasi Covid-19 sesuai protokol pencegahan dari Pemerintah, Perusahaan juga melaksanakan proses pemantauan, memeriksa suhu tubuh di setiap entry-point serta mewajibkan pekerja melakukan karantina dan observasi mandiri di rumah saat tidak bertugas.

“Berkat pelaksanaan protokol tersebut, Perusahaan berhasil mengidentifikasi pekerja positif. Saat ini, pekerja tersebut dalam proses penanganan sesuai Protokol Kesehatan yang ditetapkan Pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penelusuran kontak dan test swab antigen pada pekerja lain. “Perusahaan juga akan terus memantau kondisi setiap pekerja dan kontraktor serta berkoordinasi dengan Gugus Tugas sebagai komitmen dalam upaya pencegahan COVID-19 sekaligus terus menjaga keberlangsungan operasi untuk mendukung ketersediaan energi nasional,” ujar Arig Rinaldi. (ebi)

Sementara itu, update Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten PALI, Kamis (5/8/2021) Diantaranya, Kasus konfirmasi 585 orang, sembuh 527 orang (97,5%) dan meninggal

40 orang (7,4%).

Hasil Negative Covid-19: 2.048 dan Hasil Positive Covid-19: 547

Jumlah Sampel yang di periksa laboratorium BBLK : 2.595.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya