by

Memang Harus Banyak Bersabar, Ternyata dari 20 Orang Pencari Donor Mata, Pendonornya Baru Ada Tiga

MALANG KOTA – Bagi warga yang membutuhkan donor mata atau kornea harus benar-benar bersabar. Sebab tidak mudah mendapatkan orang yang mendonorkan matanya. Dalam tiga tahun terakhir misalnya, di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) tidak ada yang mendaftar jadi pendonor. Baru pada 2022, tercatat tiga orang yang mengajukan diri sebagai pendonor. Sementara yang mencari donor sudah 20 orang.

Ketua Bank Mata Malang dr Herwindo Dicky Putranto SpM mengungkapkan, donor kornea sangat diperlukan. Salah satunya bagi orang yang mengalami kerusakan atau gangguan pada kornea. Sebab, kerusakan tersebut bisa mengganggu fungsi penglihatan dan kualitas hidup.

“Para pendonor juga tidak memerlukan persyaratan khusus. Meskipun mata minus tetap bisa menjadi pendonor kornea. Asalkan, kondisi mata harus dijaga agar tetap sehat secara keseluruhan,” terang dokter spesialis mata RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) itu, kemarin (22/8).

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak boleh mendonorkan kornea. Yakni, mengidap penyakit seperti HIV/AIDS dan hepatitis. Tak hanya itu, kornea memiliki waktu yang sangat terbatas untuk digunakan. Batas waktunya adalah dua minggu setelah kematian jika donor kornea yang telah diambil diletakkan pada tempat penyimpanan khusus.

“Jadi, kalau ada yang membutuhkan harus segera dilakukan operasi transplantasi kornea atau keratoplasty,” kata Dicky.

Pria yang akrab disapa Dicky itu menyebutkan, rata-rata pendonor mata berasal dari kelompok umur usia 20 tahun ke atas. Untuk melakukan donor, mereka biasanya akan datang langsung ke poli mata RSSA. Selain mendaftar, mereka juga sekaligus memeriksakan kondisi mata. Dalam satu tahun, di RSSA ada sekitar 10 orang yang membutuhkan donor.

“Kebetulan di Malang Raya, baru di RSSA yang melayani donor kornea. Sebab, selain terkait aturan pemerintah, rumah sakitnya harus yang sudah pernah melakukan transplantasi organ,” jelasnya.

Dicky menambahkan, sekarang prosedur donor kornea berbeda. Sebelumnya, bagian mata pendonor harus diambil secara keseluruhan. Namun, kini hanya diambil bagian kornea saja. “Dengan begitu, tidak tampak jika diambil bagian matanya. Kalau diambil seluruhnya, bola mata terlihat lebih cekung karena sudah tidak ada bola matanya,” sambung dia. (mel/abm)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lain-nya