by

Paska Banjir, Jalur Sungai Pindah, Ratusan Petani Kesulitan Pergi ke Sawah

EMPAT LAWANG – Warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) harus bergotong royong menggunakan peralatan seadanya untuk mengalihkan jalur Sungai Air Keruh ke aliran semula.

Pasalnya, jembatan yang digunakan warga untuk berkebun itu tidak bisa digunakan lantaran jalur Sungai Air Keruh berpindah pasca banjir bandang beberapa hari yang lalu.

Rico Aprizal warga Dusun II Pulau Tengah Desa Bandar Agung mengungkapkan bahwa peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak kecamatan namun sampai saat ini belum adanya bantuan dari pemerintah.

“Pernah diusulkan ke pemerintah Kecamatan Paiker, memang ada yang datang mengecek lokasi namun hanya sebatas foto saja,” ungkapnya.

Hanya saja kata Rico, kepala desa bandar agung bersama perangkatnya yang ikut bergotong royong memindahkan jalur sungai keruh ke asalnya.

Jembatan itu digunakan oleh warga untuk berkebun diseberang. Namun saat ini jembatan itu susah untuk digunakan karena pangkal jembatan itu abrasi pasca banjir bandang.

“Nanti kami bergotong royong membuat jembatan sambungan karena untuk menggunakan jembatan itu kami harus menyeberangi sungai dahulu baru bisa menggunakan jembatan itu karena jalur sungai keruh itu berpindah,” jelasnya.

Dijelaskan Rico, jembatan itu digunakan oleh warga untuk ke sawah diseberang sungai. Ada ratusan kepala keluarga (KK) yang berkebun dan ke sawah diseberang sungai air keruh karena mayoritas warga pasemah air keruh bertani.

Senada yang dikatakan Yamidin warga Desa Bandar Agung mengatakan ada puluhan warga yang ikut bergotong royong mengalihkan alur sungai air keruh ke semula.

“Ada sekitar 80 orang warga yang bergotong royong , dan sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah daerah, cuma kepala desa bandar agung yang ikut bergotong royong,” tukasnya. (eno)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya