by

Penyebab Kematian Ibu Anak di Lubuklinggau Masih Belum Jelas, Ini Kata YLKI…

LUBUKLINGGAU – Belum diketahui pasti penyebab kematian Yusro (62) dan anaknya Deta Promita (27), yang ditemukan tergeletak di rumahnya di Griya Mesat Sejahtera RT 02, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, pada Rabu (20/1), pukul 17.00 WIB.

Sementara di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan tiga minuman kemasan yang telah diminum, yakni Cimory Fresh Milk, KIN Bulgarian Yogurt dan Frisian Flag. Sementara pemeriksaan luar tehadap kedua korban tidak ditemukan tanda kekerasan.

Sehingga dugaan sementara kedua korban ibu dan anak tersebut meninggal akibat keracunan minuman kemasan itu.

Menanggapi hal itu, Divisi Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau, Alamsyah Putra SH mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengujian laboratorium.

“Itu merupakan kewenangan BPOM yang tertuang dalam Peraturan BPOM No 21 Tahun 2021, Tentang Penerapan Sistem Jaminan Keamanan dan Mutu Pangan Olahan di Sarana Peredaran,” kata Alamsyah, Sabtu (22/1).

Dia mengatkan, hasil uji laboratorium nanti segera diumumkan ke masyarakat. “Apabila terbukti minuman yang berada di rumah yang meninggal tersebut disebabkan keracunan maka BPOM wajib menarik peredaran minuman tersebut,” katanya.

Menurutnya, itu dilakukan demi konsumen, agar tidak ada keraguan bagi konsumen konsumsi minuman kemasan seperti Fresh Milk, dan Bulgarian Yogurt seperti yang ditemukan tersebut.

Menurut Alamsyah, dalam penegakan hukum di bidang pengawasan Obat dan Makanan didasarkan pada bukti hasil pengujian, pemeriksaan, maupun investigasi awal.

Proses penegakan hukum sampai dengan projusticia dapat berakhir dengan pemberian sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan.

“Jika pelanggaran masuk pada ranah pidana, maka terhadap pelanggaran Obat dan Makanan dapat diproses secara hukum pidana,” jelasnya.

Menurutnya, jika ini tidak dilakukan, maka menjadi ke kekhawatiran besar di tengah masyarakat.

“Karena minuman merek kemasan tersebut, saat ini masih beredar luas diperjual belikan yang di konsumsi oleh konsumen baik di Lubuklinggau maupun Indonesia,” pungkasnya.(cj17)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya