by

Sampel Minuman Masih Diperiksa, Penyebab Kematian Masih Misteri

LUBUKLINGGAU – Penyebab pasti kematian ibu dan anak, yang ditemukan tergeletak di rumahnya di Lubuklinggau masih mesteri.

Sementara polisi akan memeriksa sampel sisa minuman kemasan yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Seperti di ketahui, warga di Perumahan Griya Mesat Sejahtera RT 02, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel geger, ditumukannya Yusro (62), dan anaknya Deta Promita (25), yang terbujur kaku di rumahnya, Kamis (20/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono SH SIK MM, melalui Kasat Reskrim AKP M Romi menjelaskan saat olah TKP telah mengamankan tiga kotak minuman kemasan.

Ketiga minuman kemasan itu, yakni Cimori Fresh Milk, Bulgarian Yogurt, dan susu kotak Frisian Flag.

“Sisa minumana sudah diambil, akan dibawa ke laboratorium forensik guna dilakukan pengecekan,” kata M Romi, Jumat (21/1).

“Dari lab itulah nanti bisa ada hasil kaitannya dengan (kandungan) bekas minuman yang ada di TKP,” terangnya.

Dia mengatkan, secara kasat mata, dilihat dari lebel, minuman kemasan yang ditemukan tersebut belum kadarluwarsa atau expared “Kayaknya masih berlaku, artinya belum kadaluwarsa,” bebernya.

Mengenai adanya korban lain, Kasat membenarkan. Korban lain itu, merupakan teman kerja korban Deta (sama-sama guru). Informasinya, minuman kemasan itu sebagian oleh korban dibagikan ke teman-temannya.

Diketahui pula, bahwa korban Deta Promita merupakan Kepala SMP Putra Putri Bangsa, Yayasan Palm Kids Lubuklinggau.

“Ada kawan korban yang diberikan minuman itu. Cuma pada saat itu diminum setelah kembali kerumah. Pada saat dicicip dan panas, akhirnya dimuntahkan. Sempat berobat jalan, cuman kondisinya alhamdulillah tidak apa-apa,” imbuh Kasat.

Terkait dimana korban mendapatkan minuman tersebut masih dicari. Sebab korban sudah meninggal, tidak bisa lagi diminta keterangan.

Sementara penyebab kematian korban, belum bisa dipastikan. Polisi sudah membawa kedua korban ke rumah sakit Kamis malam, untuk diperiksa. “Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkap Romi.

Terkait otopsi, Romi mengatakan, pihaknya telah menyampailan secara baik kepada keluarga, jika ingin mengetahui penyebab pasti kematian harus melalui otopsi. Namun sementara ini pihak keluarga korban belum bersedia.

“Tadi malam (Kamis 20/1, red) kami sudah sampaikan (terkait otopsi), karena angota keluarga korban belum lengkap, jadi belum dilakukan otopsi,” ujarnya.

“Kemudian hari ini (Jumat 21/1, red) kami juga datang sambil berbelasungkawa. Keluarga sudah lengkap, namun suami korban (Masrip), tidak bersedia dilakukan otopsi,” tambah Kasat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Deta Promita dan ibunya Yusro, pertama kali dietemukan sudah tidak bernyawa, oleh Masrip (57), ayah korban Deta atau suami Yusro, pada Kamis sore.

Sore itu, Masrip pulang dari kerja bangunan, biasanya saat pulang ada yang membukan pintu pagar rumah, anaknya atau istrinya.

Namun saat itu malah tidak ada yang membuka pintu, sehingga Masrip masuk lewat pintu belakang.

Begitu pintu belakang dibuka ditemukan anaknya Deta terbaring sudah tak bernyawa di bagian dapur. Kemudian saat ke arah ruang tengah, melihat istrinya juga sudah meninggal.

“Cerita wak (Masrip), saat ditemukan sudah meninggal,” ungkap Mustofa, tetangga korban.

Kemudian di meja belakang, kata Mustofa menceritakan keterangan Masrip, ditemukan botol minuman susu dan yogurt, dalam keadaan sudah diminum. “Makanya ada kecurigaan keracunan minuman itu,” cerita Mustofa. (cj17)

Suasana rumah duka, kp di Griya Mesat Sejahtera, Jumat (21/1)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya