by

Sogokannya Puluhan Juta Rupiah Hingga Janji Pemain Masuk Klub Liga 2

Ilustrasi mafia bola atau pelaku pengaturan skor alias match fixing.

SURABAYA – Kasus match fixing atau pengaturan skor Liga 3 tengah ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Lima orang sudah ditetapkan tersangka dengan peran berbeda-beda.

Dalam kasus pengaturan skor atau mafia bola Liga 3 zona Jawa Timur ini, polisi menetapkan lima tersangka. Empat diantaranya sudah ditahan, sementara satu lainnya masih buron.

Adapun keempat tersangka kasus pengaturan skor Liga 3 yang sudah ditahan antara lain BS (52), DYP (33), IAH (42), dan FA (47).

Kelima tersangka kasus pengaturan skor Liga 3 zona Jatim ini memiliki peran yang berbeda-beda.

Tersangka BS diduga mengajak FA dan tersangka IAH agar meminta seorang ofisial Gestra FC untuk mengalah, saat melawan Persema dengan imbalan uang Rp30 juta.

“Termasuk menawari pula dua pemain Gestra FC, yakni HP dan ACK agar memuluskan rencananya,” kata Totok.

Kemudian tersangka DYP, ia bersama HP menghubungi ofisial Gestra yakni ZHA, untuk meminta pemain Gestra FC mengalah dengan NZR Sumbersari.

Berikutnya, tersangka FA bertugas meyakinkan ZHA menerima tawaran BS agar timnya mengalah saat melawan Persema, dengan imbalan Rp30 juta.

FA juga ikut meyakinkan HP, pemain Gestra FC agar mau menerima tawaran BS. Iming-imingnya, manakala timnya tidak lolos, maka akan dicarikan tim lain di Liga 2.

Tersangka HP (33) kemudian diketahui bersama dengan DYP menghubungi BS untuk mengondisikan pemain Gestra FC saat melawan NZR Sumbersari, dengan imbalan Rp70 juta.

Sedangkan tersangka IAH (42) berperan meyakinkan HP untuk menerima tawaran BS dan mengatur pemain Persema Malang.

Dalam kasus pengaturan skor Liga 3 ini, penyidik Polda Jatim sudah menyita tujuh unit ponsel, delapan kartu perdana, dan empat memory card.

Polisi juga mengantongi barang bukti yakni hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap ponsel dan memory card tersangka.

Kemudian, penyidik juga mengantongi surat keputusan Komdis PSSI Jatim No 001 dan 002/Komdis/PSSI Jatim/XI/2021 tanggal 19 November 2021.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 2 UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, juncto Pasal 55 KUHP. Ancamannya, lima tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp15 juta. (fat/pojoksatu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya