oleh

Sumsel Tambah 7 Ruas Jalan Provinsi

RAKYATPALI.CO – Pengelolaan jalan provinsi terus dilakukan peningkatan. Tahun ini, diusulkan 7 ruas jalan agar dikelola Pemerintah Provinsi Sumsel. Ruas jalan yang ingin dikelola merupakan penghubung antar kabupaten/kota. Selain itu, pengelolaan jalan negara yang dikelola pemerintah juga akan diusulkan dikelola pusat agar semua jalan di Sumsel menjadi lebih baik.

“Ke-7 ruas jalan itu tersebar di beberapa daerah, ada yang di OKI, OKU Timur, Muratara, Muba, Pali dan lainnya. Statusnya ditngkatkam dari jalan kabupaten/kota menjadi jalan provinsi, kita masih menunggu saat ini masih tahap usulan,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Darma Budhy disela-sela peninjauan tempat pembuatan aspal panas (aspal goreng) oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, kemarin.

Dengan adanya pengalihan status jalan ini, maka kedepannya jalan di Sumsel bisa lebih baik, terlebih standar jalannya bisa mencapai 8 ton. Sementara standar kabupaten/kota hanya 6 ton dan jalan negara 10-12 ton. “Nanti juga akan lebih lebar,” tambahnya.

Dengan adanya pengalihan status itu, juga akan ada tukar guling jalan provinsi menjadi jalan negara. Dengan peningkatan status ini, diharapkam kedepannya jalan di Sumsel bisa lebih kuat dna lebih baik. Seperti ruas jalan Penyandingan-Muara dua-Lampung yang hampir sepakat akan diserahkan menjadi jalan negara,  tukar gulingnya di Prabumulih-Baturaja akan diserahkan ke provinsi.

“Saat ini, jalam yang kita kelola 1.513 Km. Pengalihan jalan dari kabupaten/kota ke provinsi yang kita usulkan hampir 300 Km, sedangkan tukar guling ke jalan negara 200-an Km. Jadi nantinya kita tetap menangani 1.500-an Km jalan,” jelasnya. Ia menyebut, perubahan status dan penambahan jalan ini kemungkinan bisa terealisasi pada tahun ini. Perubahannya hanya bisa dilakukan 5 tahun sekali.

Perubahan status ini katanya, diharapkan bjsa memgurangi beban kabupaten/kota. Termasuk dengan dilakukannya tukar guling ke jalan negara. “Dengan begitu kita bisa bangun jalan baru, karena beban akan berkurang. Dengan kondisi 1.513 Km itu, dibutuhkan anggaran besar dalam setahun, bisa mencapai Rp6 triliun kalau mau menuntaskannya (peningkatan keseluruhan jalan),” jelasnya.

Gubernur Sumsel, saat kunjungan ke workshop Dinas PUBM-TR Sumsel mengungkapkan, jalan di Sumsel saat ini statusnya dalam kondisi baik paska kepemimpinannya.

“Kondisi jalan yang menjadi kewajiban provinsi saat ini diatas 90 persen mantap. Artinya, semua komponen bekerja dengan baik. Untuk itu, workshop dengan berbagai fasilitas yang ada di Dinas PUBM-TR jangan sampai direpotkan dengan kendala peralatan rusak. Mendukungnya, kita membuat alat penggorengan aspal, jika terjadi suatu bencana yang merusak jalan bisa langsung diatasi sambil memganggarkan peningkatannya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan fasilitas lengkap yang ada di workshop itu, bisa menjadi senjata Sumsel dalam menangani segala masalah jalan. “Saya ingin menjadikan ini sebagai brigade peralatan bagi kita,” sambungnya.selain telah ditunjang peralatan dan material lengkap, SDM juga harus mampu dan mau. “Harus dibekali dengan ilmu teknik yang benar, dasar ilmu agama dan moral benar. Harapan masyarakat untuk berinfrastruktur dengan benar supaya bisa jalan,” imbuhnya.(rei)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya