by

Terkait Napi Meninggal, Polisi Periksa Dokter Lapas dan 5 Petugas Piket

LUBUKLINGGAU – Terkait kasus napi meninggal usai berusaha kabur, Polres Lubuklinggau memeriksa dokter Lapas Kelas IIA Lubuklinggau. 

Kapolres Lubuklinggau mengatakan, tenaga medis Lapas yang diperiksa adalah dokter yang pertama kali menangani napi yang berusaha kabur. Salah satunya napi yang berupya kabur tersebut almarhum Riki Sandi (35). 

“Hari ini (29/6), kita lakukan pemeriksaan terhadap dokter Lapas yang pertama kali menangani napi,” kata Kapolres Rabu (29/6). 

Sebelumnya pada Selasa (28/6), Polres juga telah memeriksa lima petugas lapas. Kelima orag terpriksa tersebut merupakan petugas piket, saat pristiwa kaburnya napi. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, berdasarkan keterangan kelima petugas lapas, krologis terhadap meninggalnya Riki Sandi, adalah karena terjatuh dari plafon, dan terjadi benturan di kepala. 

“Saat terjatuh, dia (Riki Sandi) kepala sempoyongan. Lalu ditangani dokter lapas,” katanya. 

Setelah oleh dokter disarankan Riki Sandi dibawa ke RS Ar Bunda Lubuklinggau. 

“Jadi di Lapas itu, ada klinik sendiri, disitu ada dokter dan perawat. Jadi yang bersangkutan, berdasarkan keterangan dari yang kita periksa, itu sempat dirawat di klinik lapas,” jelas Kapolres.

Harissandi menambahkan, sejauh ini masih dalam proses pendalaman. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. 

Diketahui sebelumnya, heboh dua napi Kelas IIA Lubuklinggau kabur dari sel tahanan, pada Minggu (26/6), sekitar pukul 16.14 WIB.

Kedua napi yang kabur tersebut, Riki Sandi dan Didik Herliansyah. Hanya saja kedua napi itu berhasil ditangkap kembali oleh petugas lapas yang jaga.

Pasca peristiwa tersebut, napi atas nama Didik Herliansyah diinformasikan dipindahkan ke Lapas Kelas III Surolangun, Musi Rawas Utara. 

Sementara Riki Sandi dinyatakan meninggal, saat dirawat di RS Ar Bunda Lubuklinggau, pada Senin (27/6), sekitar pukul 12.00 WIB. (cj17)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya