oleh

Umrah Dibuka 12 Desember, Baca Ini Syaratnya…

JAKARTA – Teka-teki kapan jamaah Indonesia bisa kembali berangkat umrah akhirnya terjawab. Pemberangkatan perdana dijadwalkan 12 Desember 2021 depan. Untuk penerbangan umrah perdana ini dikhususkan bagi petugas, pengelola, atau pemilik travel umrah.

Kabar rencana keberangkatan umrah di tengah pandemi itu disampaikan Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (Amphuri) Zaki Zakaria Ansyari. Rencana pemberangkatan ini merupakan hasil pertemuan antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan sejumlah asosiasi travel umrah dan haji khusus di Jakarta kemarin (23/11).

Zaki menuturkan ada beberapa poin hasil dari rapat tersebut. Di antaranya adalah keberangkatan awal umrah untuk sekitar 1.400 jamaah. ’’Nanti dibagi dalam empat penerbangan. Yaitu tanggal 12, 19, 22, dan 29 Desember 2021,’’ katanya. Keberangkatan awal ini dilakukan secara terpadu dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Saat di asrama calon jamaah umrah menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan. Seperti pemeriksaan sertifikat vaksin dan tes swab PCR. Zaki menegaskan keberangkatan awal ini untuk pengurus travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Teknis pendaftaran umrah diatur oleh PPIU. Kemudian PPIU menyerahkan data jamaah yang berangkat ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag untuk diproses lebih lanjut.

Zaki juga menyampaikan sejumlah informasi penting yang dihasilkan dari kunjungan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Arab Saudi. Di antaranya adalah Arab Saudi mulai melunak dengan tidak mewajibkan pengguna vaksin Sinovac dan Sinopharm untuk booster terlebih dahulu.

Seperti diberitakan sebelumnya salah satu kendala pengiriman jamaah umrah dari Indonesia adalah kebijakan booster vaksin oleh Arab Saudi. Aturan booster vaksin itu diberlakukan kepada jamaah yang menggunakan vaksin Sinovac dan Sinopharm.

Zaki mengatakan Arab Saudi menerima jamaah yang menggunakan vaksin Sinovac dan Sinopharm dengan dosis full atau lengkap. Ketentuan lainnya adalah jamaah yang menggunakan vaksin Sinovac diwajibkan karantina terlebih dahulu setibanya di Arab Saudi.

’’Sudah disetujui Saudi dengan konsekuensi harus dikarantina dulu 3 hari dua malam,’’ tuturnya.

Jadi jamaah yang divaksin Sinovac dan Sinopharm tidak langsung bisa menjalankan umrah saat tiba di Saudi. Mereka harus menjalani karantina terlebih dahulu di hotel. Skema ini sama dengan uji coba pemberangkatan umrah di tengah pandemi yang digelar 2020 lalu.

Menurut Zaki aturan baru ini adalah win win solution dan mereka sambut dengan baik. Nantinya untuk jamaah umum, dia berharap bisa mendapatkan akses booster vaksin melalui skema berbayar atau mandiri. Sehingga jamaah umrah tidak harus menjalani karantina setibanya di Saudi.

Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag Noer Alya Fitra mengatakan rumusan penyelenggaraan umrah sangat ditunggu masyarakat. Dia mengatakan rumusan skema penyelenggaraan umrah harus disusun dengan baik. Sehingga membantu dalam penyelenggaraan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19.

’’Rapat kita fokuskan pada waktu keberangkatan dan skema keberangkatan umrah tahap awal,’’ tuturnya. Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengatakan, pemberangkatan tahap awal menggunakan skema one gate yaitu dari Bandara Soekarno Hatta saja. Kemudian menggunakan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan sebelum jamaah berangkat. (wan/JPG/r6)

JADWAL KEBERANGKATAN

12, 19, 22, 29 Desember 2021

JUMLAH JAMAAH

Tahap awal 1.400 Orang

SYARAT KEBERANGKATAN

Sudah vaksin lengkap dua kaliJamaah dikumpulkan di Asrama Haji Pondok Gede, JakartaWajib menjalani tes PCRWajib menjalani karantina tiga hari dua malam di hotelSepulang dari umrah, wajib menjalani karantina bagi penumpang penerbangan dari luar negeri seperti yang disyaratkan pemerintah yakni karantina selama tiga hari.

 

Sumber: Kementerian Agama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya