by

Wartawan Diancam Preman Kafe, Massa Marah Tutup Hiburan Malam di Baturaja

BATURAJA – RAKYATPALI.CO – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU melakukan aksi demo.

Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU memberikan sanksi terhadap pelaku usaha hiburan malam yang melanggar aturan atau ketentuan PPKM.

Massa mengutuk adanya indikasi pengancaman terhadap wartawan.

Para pendemo awalnya berkumpul di halaman kantor DPRD OKU. Selanjutnya dengan dibawah pengawalan aparat kepolisian, mereka bergerak ke lokasi hiburan malam (karaoke).

Di depan lokasi tempat hiburan malam, melakukan orasi secara bergantian.

Koordinator Aksi, Robert dalam orasinya meminta Pemkab OKU dan Satgas Covid bisa menerapkan sanksi terhadap pelanggaran PPKM pada tempat hiburan malam khususnya karaoke.

“Tegakan aturan yang sudah disepakati,” tegasnya.

Menurutnya, lokasi hiburan malam itu disebutnya terindikasi melanggar jam operasional yang ditentukan aturan PPKM.

Mereka menuntut tempat hiburan bisa ditutup. Apalagi ada indikasi pengancaman yang dilakukan preman. “Kita tidak ingin OKU dikuasai oleh oknum premanisme,” teriaknya.

Dari ormas Islam, H Ali Khan menyampaikan berdirinya tempat hiburan masyarakat OKU sudah merasa terhina.

Dia berharap semua tempat yang terindikasi menyebabkan potensi terjadinya maksiat diminta ditutup. Pemda yang sudah memberi izin harus mencabut.

Karena bisa berdampak menjadi tempat peredaran apakah narkoba, miras, zina, an sebagainya. Masyarakat juga terganggu, dan banyak remaja terpengaruh.

“Jangan sampai OKU jadi tempat wisata maksiat,” ujarnya. Siapa yang diancam akan dihadapi.

Perwakilan PWI OKU, Eni menyampaikan wartawan dalam bertugas dilindungi undang undang. Karena sebagai kontrol sosial. Pengancaman atau intimidasi kepada salah satu wartawan bisa terkena sanksi sesuai ketentuan undang undang.

Pelarangan kepada tugas wartawan atau pengancaman maka ada sanksi 15 tahun penjara.

Dia berharap siapa yang mengancam diminta untuk disanksi. Harus ditindak hukum yang berlaku siapa yang mengancam.

Peserta aksi lain, Bowo mengatakan, pada salah satu tempat hiburan yang ada di jalan lintas di dekatnya ada terdapat masjid. Dan masyarakat sudah mengeluhkan masalah operasional.

Herman dari FKJ menyampaikan masyarakat sudah menahan diri untuk tidak menggelar organ tunggal.

Tapi ini malah ada tempat hiburan ada yang buka sampai subuh. Serta mengganggu aktivitas ibadah umat islam. Massa lalu menyegel tempat hiburan karaoke MC. Dilanjutkan mendatangi kantor Pemkab OKU.

Di Pemkab OKU, pendemo diterima Plh Bupati OKU Drs H Edward Candra MH. Menanggapi apa yang jadi tuntutan pendemo, dia menyampaikan beberapa poin.

Seperti mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sementara seluruh tempat karaoke di Baturaja selama masa PPKM.

Sesuai dengan Intruksi Mendagri Nomor 32 tahun  2021. Dia juga meminta Satuan POL PP dibantu unsur TNI dan Polri untuk melakukan patroli mengecek setiap tempat hiburan.

Jika ada terdapat perbuatan maksiat seperti perbuatan asusila dan narkoba pada tempat hiburan dipersilakan pihak terkait membuat laporàn kepolisian.

Edward juga menegaskan tidak boleh ada intimidasi di Negara Republik Indonesia. “Siapapun itu. Ini bisa ditindaklanjuti kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Karaoke Baturaja Ilhamudin kepada awak media mengatakan dia sudah mendapat informasi adanya pelanggaran PPKM tersebut.

“Tentunya kita sebagai organisasi yang menaungi tempat karaoke akan menegur anggota,” ujarnya.

Soal informasi adanya intimidasi kepada wartawan dia berharap ada jalan keluar terbaik, dan ada titik temu. Dia juga menyampaikan permohonan maaf adanya kekeliruan dari anggota AKAB tersebut. (bis)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lain-nya